LAMBORGHINI CLUB INDONESIA. Klub pecinta supercar asal Italia yang berada di Indonesia yaitu Lamborghini Club Indonesia (LCI) menggelar dinner pertama mereka di tahun 2017.
Makam Malikussaleh, Samudera, Aceh utara Berawal dari pertanyaan teman saya: “Gif, lahir dimana? Udah explore sana sini, tempat kelahiran asal udah ada yang di explore blm?” Pertanyaan bagus dan saya akan jawab dalam edisi flashback postingan blog saya kali ini. Tahun 2007 dimana saya mulai start untuk melakukan perjalanan, pertama sekali ya tentu saja di tempat kelahiran saya Aceh Utara, perjalanan saya ditemani tiga orang native speaker Aceh, Angga, Novry dan Mamanya Novry (Bu Atik). Tempat yang saya kunjungi adalah Makam Sultan Malikussaleh yang merupakan situs sejarah yang terkenal di Aceh Utara, berlatar belakang sejarah panjang kerajaan Samudera Pasai, situs makam ini perlu di kunjungi untuk menambah khasanah pengalaman perjalanan kita di Indonesia. Makam Raja Islam (Malikussaleh), merupakan situs purbakala yang cukup monumental di nusantara, malah di Asia Tenggara. Ini adalah kuburan Pendiri Kerajaan Islam Samudera Pasai ya...
Sejarah Kapal penumpang SS "Jan Pieterszoon Coen" di Sabang pada tahun 1935 Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura ). Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij . Perang Dunia II ikut memengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang , kemudian dibom pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia , Sabang menjadi pusat pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat...
'Kapal Nuh' dan 11 Tahun Tsunami Aceh Tsunami Aceh 2004 (NASA) Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kapal ikan tanpa kendali melaju menghampiri puluhan penduduk Desa Lampulo, Banda Aceh . Hingga kapal sepanjang 30 meter tersebut akhirnya bertengger di atap rumah milik warga bernama Abasyiah -- tempat di mana mereka berada. Kedatangannya bak mukjizat. Warga lalu naik ke atas kapal dan 'sembunyi' dari air bah yang menenggelamkan Bumi Serambi Mekah. 11 tahun lalu tsunami menggulung Aceh . Semua luluh lantak, lebih dari dua ratus ribu nyawa berjatuhan. Tapi puluhan warga desa itu termasuk yang beruntung. Bahtera itu menyelamatkan mereka. Baca Juga Kisah 'Kapal Nuh' Penyelamat 59 Warga Aceh dari Tsunami 11 Tahun Tsunami Aceh, Nelayan Dilarang Melaut Tangis Wali Kota Ridwan Kamil Kala Mendesain Museum Tsunami Aceh 26 Desember 2004, hari itu gempa bumi bawah laut 9,1 Skala Richter (SR) mengguncang Samudera Hindia di lepas pantai Sumatera Ut...
Komentar
Posting Komentar